Wakil Ketua Umum DPP PPP, Arwani Thomafi mengaku ikut hadir dalam acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah, kemarin itu. Mbah Moen duduk di samping Presiden Jokowi.
Menurut dia, salah satu versi video doa Mbah Moen yang beredar luas sudah diedit sedemikian rupa, sehingga nampak seolah-olah yang didoakan adalah Prabowo.
"Beliau menyebut jelas hadza rois, presiden ini, dan mendoakan untuk menjadi presiden kedua kalinya, marrah tsaniyah. Jelas di sini, siapa yang dimaksud menjadi presiden kedua kalinya, tentu merujuk Pak Jokowi. Beliau saat ini menjadi presiden di periode pertama," kata Arwani dalam keterangannya, Sabtu (2/2).
"Kecuali doanya "menjadi capres kedua kali", itu tentu ditujukan ke Pak Prabowo," ungkapnya menambahkan.
Karena itu, semua pihak diimbaunya untuk mencermati isi video dari doa tersebut secara utuh.
Adapun pada video kedua, lanjut Arwani, Mbah Moen menegaskan doanya ditujukan untuk Jokowi. "... Hadza Pak Prabowo la Pak Prabowo innama Pak Jokowi, Joko Widodo".
"Ini juga menjadi jelas, bahwa doa yang tadi itu yang isinya mendoakan agar jadi presiden kedua kali itu untuk Jokowi bahkan ditegaskan dua kali dengan menyebut Jokowi dan Joko Widodo," ujar Arwani.
Lebih lanjut, dia menduga ada pihak-pihak yang sengaja mencomot isi doa Mbah Moen untuk melakukan framing sesuai dengan kehendak dan selera politik tertentu. Hal semacam itu katanya akan memicu kegaduhan politik.
"Sebaiknya, kebiasaan tersebut dihentikan karena jauh dari tata krama berpolitik yang sejuk," pungkas Arwani, anggota DPR RI itu.
[rus]
BERITA TERKAIT: