Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi menjelaskan, jika berkaca dengan perolehan suara Pilkada 2018 lalu, maka kemungkinan itu terbuka lebar.
Dalam pilkada tersebut, koalisi partai yang berada di Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang mengusung pasangan Sudirman Said - Ida Fauziah mampu memberi perlawanan sengit bagi petahana Ganjar Pranow -Taj Yasin, yang diusung PDIP. Kedua pasangan hanya berselisih 3 juta suara.
"Walaupun mungkin Jokowi-Ma’ruf Amin akan tetap unggul perolehan suara di Jateng nantinya, tapi tidak akan terlalu timpang jauh seperti 2014 lalu," katanya saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/1).
Namun yang pasti, lanjut pengamat politik ini, perolehan suara Prabowo-Sandi bisa naik di Jateng. Kondisi tersebut dikarenakan masyarakat di sana juga ingin Prabowo bisa membawa perubahan yang baik bagi bangsa ini.
"Sama seperti masyarakat lain pada umumnya. Selain itu, banyak kasus-kasus korupsi di kota/kabupaten di Jateng juga didominasi oleh PDIP ini menjadi catatan tersendiri di masyarakat," pungkasnya.
[ian]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: