TSUNAMI SELAT SUNDA

Tidak Ada Peringatan Dini Tsunami, Poros Maritim Dunia Presiden Jokowi Dipertanyakan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 24 Desember 2018, 17:10 WIB
Tidak Ada Peringatan Dini Tsunami, Poros Maritim Dunia Presiden Jokowi Dipertanyakan
Syahganda Nainggolan/RMOL
rmol news logo . Ratusan korban tsunami di perairan Selat Sunda dua hari lalu dan sebelumnya ribuan korban tsunami Palu menggelitik kalangan aktivis.

Aktivis senior yang juga Direktur Sabang Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan mempertanyakan klaim pemeritahan Joko Widodo yang pembangunannya berorientasi pada laut atau konsep Poros Maritim Dunia.

Dia mengatakan, kalau memang pembangunan pemeritahan Jokowi berorientasi pada maritim, tsunami bukanlah menjadi momok bagi negeri ini.

"Kalau dibilang orientasi laut, masa terjadi ribuan korban jiwa di Banten dan di Palu karena tsunami. Di Banten tidak ada buoy (alat deteksi). Ini sudah terjadi berulang kali," ujar Syahganda di sela-sela diskusi "Pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, Mangkrak atau Batal?" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/12).

Menurutnya, jumlah korban jiwa yang sedemikian besar karena pemerintahan Jokowi lebih fokus pada pembangunan infrastruktur di darat ketimbang di laut.

"Itu tidak ada tanggung jawabnya karena yang diurusi cuma di darat, bukan di lautan. Kalau katanya (buoy) dicuri, yang curi siapa? Masa polisi dan TNI tidak bisa nyari. Buoy tidak ada, makanya meninggal ribuan orang," ujar Syahganda. [rus]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA