Bahkan, Jokowi sapaan akrab calon presiden petahana memprediksi, jika militansi itu tetap dijaga bukan tidak mungkin PKB akan menembus tiga besar dalam Pemilu mendatang.
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin mengatakan, prediksi Jokowi tersebut sebagai sinyal bahwa Partai Golkar mendapatkan warning.
PKB dan Golkar sama-sama partai pendukung Jokowi-Ma'ruf.
"Pernyataan Jokowi itu sebagai warning terhadap Golkar," sebut Ujang kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (19/12).
Dan menurutnya, harapan Jokowi terhadap PKB yang diprediksi akan masuk partai papan atas hanyalah untuk memotivasi kader partai.
"Bisa saja Jokowi hanya ingin menyenangkan PKB saja," kata Ujang.
Kendati demikian, hal itu masih bersifat dinamis, mengingat perhelatan Pemilu masih tersisa empat bulan lagi.
"Itu kan prediksi Jokowi belum tentu benar. Semua tergantung kerja-kerja partai di lapangan," tutu Ujang.
Dalam berbagai survei, PKB paling banter hanya memperoleh urutan lima di bawah Demokrat. Kebanyakan lembaga survei menyebut, PKB hanya berada di papan tengah. Sementara tiga besar ditempati oleh PDIP, Gerindra dan Golkar.
[rus]
BERITA TERKAIT: