
Gaya komunikasi Presiden Joko Widodo kepada petani sawit di Jambi dinilai kurang baik. Sebab, Jokowi bukan memberi solusi kepada mereka yang mengeluhkan harga sawit turun.
Alih-alih memberi solusi, Jokowi justru menyarankan agar petani sawit beralih menanam jengkol dan petai.
Jurubicara PKS Handi Risza menyayangkan gaya komunikasi Jokowi tersebut.
“Jumlah petani sawit kita sekitar 6 sampai 7 juta orang sedang jatuh ketimpa tangga. Ketika harga sedang jatuh justru Presiden Jokowi memberikan solusi yang aneh bin ajaib bagi mereka,†kata Handi kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Senin (17/12).
Handi yang juga anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu menyorot luas lahan sawit di Indonesia sebanyak 14 juta hektare.
Lebih dari sepertiga lahan tersebut merupakan lahan pribadi, yakni sekitar 5 hingga 6 juta hektare. Dengan kata lain, mereka yang mengeluhkan harga sawit turun ini mayoritas merupakan warga, bukan pengusaha.
“Solusi tanam jengkol dan petai ini akan membuat petani merasa tidak dapat pembelaan,†tandasnya.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: