Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil mengatakan, hal itu menunjukkan bahwa kedua kubu masih tidak seimbang dalam menempatkan semua persoalan bangsa.
"Isu korupsi sedikit, demokrasi dan HAM itu paling banyak dibahas," kata Fadli dalam diskusi bertajuk "Konten Kampanye Pilpres di Media Sosial" di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta, Rabu (12/12).
Baru-baru ini perkumpulan Satu Dunia melakukan penelitian atas akun-akun medsos yang dipakai oleh partai, capres-cawapres, dan tokoh partai. Hasilnya, paling banyak membahas isu ekonomi, demokrasi dan HAM.
Menurut Fadli, hal ini perlu dievaluasi oleh semua pemangku kepentingan. Utamanya KPU yang harus menjadikan penelitian tersebut untuk dijadikan sebagai bahan perdebatan pilpres nanti.
"Ini bisa jadi salah satu dasar penilaian awal bagi KPU untuk merumuskan materi debat paslon, agar isu ini bisa dibicarakan dan publik bisa menangkap paslon punya agenda," pungkasnya.
[rus]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: