Optimisme itu sebagaimana disampaikan Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam rapat konsolidasi pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Hotel Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang 45, Sabtu (10/11).
"Hasil survei terbaru kan Jokowi-Ma’ruf menang tipis. Nah, lima bulan ke depan pasti kita menang tebal, bukan hanya di Jawa Barat tetapi di nasional," kata seperti diberitakan
Kantor Berita RMOLJabar.
Optimisme Mantan Bupati Purwakarta tersebut bukan tanpa dasar. Sebabm dia sudah membuat perhitungan kualitatif maupun kuantitatif.
Secara angka, Jokowi berangkat dari persentase suara di bawah Prabowo pada Tahun 2014 lalu. Sementara secara kualitatif, saat itu kiprah Jokowi di Jawa Barat relatif belum terpublikasi secara massif.
Iklim pada pilpres periode lalu itu kini berbanding terbalik. Sosialisasi tim dan relawan berhasil melebarkan ruang kesadaran publik Jawa Barat tentang kinerja Mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Akibatnya, dampak elektoral pun diraih dan Jokowi-Ma’ruf untuk sementara unggul dari pasangan Prabowo-Sandi.
"Masalahnya tinggal meredam gerakan kampanye hitam saja. Jawa Barat ini termasuk rentan disusupi konten isu sejenis itu. Caranya, kita lawan dengan isu berisi konten positif. Kinerja Pak Jokowi terus menerus kita sosialisasikan. Jadi, tidak boleh ada kampanye hitam terhadap kompetitor," ucap Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat itu.
Pria yang lekat dengan iket Sunda jenis makutawangsa itu menyampaikan kode operasi penggalangan suara untuk Jokowi-Ma’ruf. Kegiatan penggalangan itu bernama operasi semut.
"Fokus tim, relawan dan caleg partai pengusung adalah mendatangi warga Jawa Barat
door to door. Gotong-royong, operasi semut untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf, ini kita lakukan. Semut mah kan nggak perlu berton-ton gula, cukup sesuai kebutuhan," katanya.
Gula yang dimaksud Dedi adalah menyampaikan program secara mikro sesuai dengan kebutuhan rakyat di daerah pemilihan. Hal ini menurut dia sangat penting karena berkaitan dengan keseharian rakyat sendiri.
[ian]
BERITA TERKAIT: