Namun kehadiran Permenristekdikti 55/2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa, dalam kegiatan mahasiswa di perguruan tinggi yang ditandatangani oleh Menristekdikti menjadi angin segar bagi gerakan mahasiswa di Indonesia.
Pasalnya, kampus yang seharusnya menjadi arena pendalaman dan pengembangan ideologi bangsa di seluruh bidang keilmuan, sudah sejak lama tidak menjadikannya orientasi dan cenderung mahasiswa di dalam kampus dijadikan sebagai komoditas semata.
Hampir di semua kampus yang ada di Indonesia, mahasiswa terkhusus organisasi mahasiswa eksternal diposisikan tidak sebagai aktor utama dalam agenda pembentukan mentalitas generasi masa depan bangsa.
Lebih parah dari posisi itu, organisasi kemahasiswaan cenderung dianggap pihak yang bermasalah dan bereberangan dengan pihak kampus dengan berbagai alasan.
Dengan situasi dan kondisi kampus yang ramai di hantui oleh pemikiran bahkan pemahaman intoleran, sudah semestinya dan seharusnya keberadaan organisasi eksternal yang tergabung dalam cipayung plus, seperti GMNI, PMII, PMKRI, GMKI, HMI, IMM, KAMMI, HIKMABUDHI, KMHDI dan yang lainnya, dapat diberikan tempat dan perhatian. Sehingga jalannya agenda pembangunan manusia berdasarkan Pancasila Indonesia melalui kampus dapat berjalan.
Merespon permenristekdikti tersebut, DPP GMNI menyambut baik permen tersebut dan kader GMNI sudah sangat siap untuk melaksanakan kerja-kerja strategis dan ideologis itu.
Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Andi Junianto Barus menilai, seluruh organisasi mahasiswa yang tergabung di dalam cipayung plus, terkhusus GMNI menyambut baik permen tersebut.
"GMNI juga sudah siap melaksanakan kerja-kerja strategis dan ideologis itu, karna memang sejak GMNI dilahirkan sampai saat sekarang ini dan terus sampai di masa yang akan datang akan selalu konsisten menyampaikan pengetahuan dan nilai-nilai kebangsaan di dalam kampus," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/10).
Keberadaan permen ini akan membuat GMNI semakin percaya diri untuk bekerja sama dengan kampus dan masyarakat luas. Di samping itu, DPP GMNI meminta kepada seluruh kader untuk dapat mematangkan konsolidasi yang sudah sejak lama dilakukan.
“Seluruh DPC GMNI yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, mulai besok sudah bisa mematangkan konsolidasi yang sudah dibangun mulai sejak lama dan bergerak sebagaimana mestinya untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai," demikian Andi.
[ian]
BERITA TERKAIT: