"Saya justru melihat Pak JK maju jadi pihak terkait untuk mendapatkan kepastian hukum atas Tafsir undang-undang," kata Zainal Bintang dalam diskusi publik Suropati Syndicate, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (30/7).
Zainal menilai, langkah JK tersebut belum tentu sebagai orang yang haus akan kekuasaan seperti yang dituduhkan oleh sebagian publik. Pasalnya, kata dia, belum tentu Joko Widodo akan kembali memilihnya sebagai Wakil Presiden.
"Makanya kita harus dia sudah siap mengambil resiko di-bully," ujarnya.
Bully yang paling keras, kata Bintang, dilancarkan oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Namun ia mengingatkan, JK merupkan politisi yang handal dan memiliki jam terbang tinggi sehingga tidak mudah 'dipukul'.
"Kaya paku jika dipukul makin masuk," demikian Bintang.
[fiq]