Begitu puji Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) TNI Moeldoko mengapresiasi pertemuan antaran pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Singapura, Selasa (12/6) lalu. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan tentang program denuklirisasi Korea Utara.
"Bagi sebuah negara, yang perlu kita lihat adalah niatnya," kata Moeldoko dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/6) sore.
Bagi Moeldoko, niat sebuah negara merupakan hal yang perlu diperhitungkan dalam hubungan politik luar negeri. Sebuah negara, harus mampu mengukur niatan negara lain, apakah itu mau menginvasi atau mau berdamai.
"Ketika mau berperang, niat itu yang perlu kita kenali," sambung mantan panglima TNI itu.
Moeldoko menjelaskan bahwa selama ini program nuklir yang dilakukan Korea Utara telah berimplikasi pada hubungan antar negara di Semenanjung Korea. Sehingga dengan adanya niat baik dari Kim Jong Un untuk mau menghentikan program nuklir, maka hal itu patut diapresiasi.
“Harus diakui, pengembangan senjata nuklir Korea Utara ini berimplikasi pada psikologis negara-negara tetangganya," kata Moeldoko.
[nes]
BERITA TERKAIT: