Demikian kecaman yang disampaikan Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik atas insiden bom yang telah menewaskan 9 orang dan 40 lainnya luka-luka pada Minggu (13/5) pagi tadi.
"Kami berduka, kami kecam pelaku peledakan bom di beberapa gereja di Surabaya," kata Ketua Umum PP Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi.
Pemuda Katolik mendesak aparat penegak hukum menindak para pelaku aksi teror untuk segera diproses hukum. Sebab, apabila aparat kepolisian tidak bergerak cepat, dikhawatirkan akan ada pihak yang memprovokasi masyarakat, sehingga kerukunan dan kedamaian bisa terganggu.
"Kami tegaskan, negara kita tidak memberikan ruang toleransi bagi para pelaku tindakan kekerasan dan terorisme," kata Karolin.
Lebih lanjut, Karolin meminta TNI untuk membantu Polri dalam menumpas jaringan terorisme. Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai badan yang bertugas mengatasi masalah terorisme, harus lebih aktif dan tegas mengantisipasi pergerakan terorisme.
"Pemuda Katolik juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN) untuk bekerja keras dalam mengantisipasi dan mencegah kembali berulangnya tragedi kemanusiaan seperti terjadi di Surabaya," tukasnya.
[ian]