Pemuda Katolik: TNI Perlu Bantu Polri, BNPT Harus Lebih Aktif, BIN Kerja Lebih Keras

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 13 Mei 2018, 13:50 WIB
Pemuda Katolik: TNI Perlu Bantu Polri, BNPT Harus Lebih Aktif, BIN Kerja Lebih Keras
Bom Surabaya/Net
rmol news logo Aksi bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya tidak sekadar mengganggu perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia, tapi juga mengancam martabat kemanusiaan.

Demikian kecaman yang disampaikan Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik atas insiden bom yang telah menewaskan 9 orang dan 40 lainnya luka-luka pada Minggu (13/5) pagi tadi.

"Kami berduka, kami kecam pelaku peledakan bom di beberapa gereja di Surabaya," kata Ketua Umum PP Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi.

Pemuda Katolik mendesak aparat penegak hukum menindak para pelaku aksi teror untuk segera diproses hukum. Sebab, apabila aparat kepolisian tidak bergerak cepat, dikhawatirkan akan ada pihak yang memprovokasi masyarakat, sehingga kerukunan dan kedamaian bisa terganggu.

"Kami tegaskan, negara kita tidak memberikan ruang toleransi bagi para pelaku tindakan kekerasan dan terorisme," kata Karolin.

Lebih lanjut, Karolin meminta TNI untuk membantu Polri dalam menumpas jaringan terorisme. Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai badan yang bertugas mengatasi masalah terorisme, harus lebih aktif dan tegas mengantisipasi pergerakan terorisme.

"Pemuda Katolik juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN) untuk bekerja keras dalam mengantisipasi dan mencegah kembali berulangnya tragedi kemanusiaan seperti terjadi di Surabaya," tukasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA