Pemindahan dilakukan setelah terjadi kerusuhan di rutan tersebut sejak Rabu (9/5) dinihari hingga Kamis (10/5).
Menkopolhukam Jenderal (purn) Wiranto menjelaskan bahwa mereka dipindahkan karena rutan yang ditempati rusak.
“Ini rusak dan tidak mungkin digunakan lagi,†jelasnya dalam jumpa pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/5).
Wiranto menyebut masih ada 10 napi dari rutan tersebut yang ditahan di Mako Brimob dan belum diantar ke Nusakambangan. Namun demikia, dia tidak menjelaskan alasan mereka ditahan.
“10 masih ditahan di situ,†tukasnya.
Adapun dalam operasi penanggulangan kericuhan tersebut, sebanyak 145 napi menyerah tanpa syarat saat diberi ultimatum oleh polisi. Dalam ultimatum itu mereka diminta memilih, apakah ingin menyerahkan diri atau diserbu petugas.
“Sebanyak 145 dari dari 155 keluar menyerah tanpa syarat,†ujarnya.
Sementara 10 yang tidak mau menyerah diserbu di lokasi mereka bersembunyi.
“Makanya, ada bunyi tembakan, bom asap dan penyisiran yang dilakukan aparat,†jelasnya.
Setelah diserbu, 10 orang teroris langsung menyatakan menyerah.
Drama sandera Mak Brimob inipun berakhir dalam rentan waktu 36 jam pada Kamis pukul 07.15.
[ian]