Presiden KSPI Said Iqbal menjelaskan bahwa pada Rakernas beberapa waktu lalu, organisasi buruh yang dipimpinnya itu menghasilkan beberapa keputusan.
Di antaranya mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2019 dan menyarankan ke Prabowo agar mempertimbangkan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli sebagai pendamping.
“Keputusan Rakernas KSPI, bukan May Day, menyarankan Rizal Ramli agar dipertimbangkan sebagai calon wakil presiden," ujarnya kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (9/5).
Buruh menilai bahwa Rizal Ramli merupakan sosok yang pantas mendampingi mantan Danjen Kopassus tersebut. Sebab, pria yang akrab disapa RR itu dinilai memiliki kecakapan ekonomi yang handal dan hubungan baik dengan beberapa kalangan, seperti kalangan partai, aktivis buruh, penggiat HAM, aktivis lingkungan, militer, dan lain-lain.
"Bang Rizal Ramli ini kan orang yang menguasai ilmu ekonomi, jaringannya sangat luas, baik di sipil maupun di militer. Ketiga, beliau track record-nya bagus, baik secara ekonomi maupun kedekatan dengan buruh, penggiat HAM, dan aktivis lingkungan sebenarnya baik. Jadi itu merupakan kredit poin positif buat Bang Rizal,†ujarnya.
RR, kata Iqbal, juga memiliki kedekatan yang baik dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat menjadi presiden, SBY pernah memanggi Rizal Ramli untuk membereskan masalah PT. Semen Gresik (SG) Group yang kini berubah nama menjadi PT. Semen Indonesia.
Atas alasan itu, dia berharap Demokrat bisa ikut mengusung Rizal Ramli di Pilpres 2019 mendatang.
"Mudah-mudahan Demokrat mau mendukung Rizal Ramli sebagai calon wakil presiden Prabowo," pungkas Said.
[ian]