Begitu kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN), Adi Prayitno kepada
Kantor Berita Politik RMOL Senin, (2/4).
"Dalam bayangan Fadli Zon, pemimpin perfect itu seperti Putin, kuat dan militer yang berprestasi," ujarnya.
Menurut Adi, Fadli Zon hanya ingin mengasosiasikan Putin di Indonesia sebagaimana halnya sosok Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
"Substansi yang ingin disampaikan Fadli Zon ingin mengajak publik untuk mendukung Prabowo di 2019," tandasnya.
Kemudian, Adi menduga kicauan Fadli yang juga Wakil Ketua Umum Gerindra itu merupakan bagian dari sikap oposisi yang ingin menampilkan sesuatu berbeda dari pemerintah yang dianggap lemah kepemimpinannya.
"Pernyataan Fadli Zon itu bagian dari sikap frontal Gerindra yang mulai mengkritik pemerintah. Sebelumnya Prabowo sudah mengkritik elit bangsa yang suka merampok," tukasnya.
Tak hanya itu, Adi juga menilai menduplikasikan sosok Putin terhadap sistem pemerintahan Indonesia sedikit berlebihan, mengingat sistem politik keduanya berbeda.
"Mestinya Fadli Zon mengambil contoh presiden negara lain dari kalangan militer yang sukses jadi presiden dalam negara demokratis. Kan banyak selain Putin," tutupnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: