Penegasan ini disampaikan dua politisi PDIP, Masinton Pasaribu dan Henry Yosodiningrat. Pernyataan keduanya sekaligus membantah keterangan politisi Gerindra Muhammad Syafi’i, yang pekan lalu bilang bahwa selama reses Pansus KPK tak akan beraktivitas.
Masinton, yang kini duduk sebagai wakil ketua Pansus KPK, menjelaskan bahwa pihaknya akan tetap bekerja melakukan penyelidikan terhadap KPK kendati DPR sedang dalam masa reses.
Kata dia, reses hanya sebatas libur agenda rapat. Sedangkan untuk pendalaman keterangan saksi yang pernah diundang Pansus masih bisa dilakukan.
“Di sela reses, para anggota inisiatif untuk melakukan pendalaman keterangan saksi yang sudah hadir memberikan keterangannya di Pansus. Jadi, Pansus akan jalan terus," katanya kepada wartawan, Jumat (28/7).
Dia juga kembali meyakinkan publik bahwa tujuan Pansus KPK bukan untuk melemahkan KPK, apalagi sampai berupaya untuk membubarkannya. Tujuan Pansus sangat sederhana, yakni ingin membenahi permasalahan yang ada di dalam tubuh KPK.
"Kami tidak mencari kebusukan KPK. Namun, seiring berjalannya waktu, ada laporan masyarakat ke Komisi III atas beberapa tindakan penyelewengan yang dilakukan KPK," katanya.
Masinton memastikan bahwa pihaknya tetap mengapresiasi segala bentuk kinerja positif yang ditunjukan KPK selama ini. Sejauh ini pun, KPK secara kelembagaan sudah kuat.
"KPK ini kan dikenal sebagai lembaga superbody. Kalau dia lemah, berarti internalnya dia sendiri yang melemahkan, karena kewenangan besar disalahgunakan," kata Masinton.
Kolega Masinton di Pansus KPK, Henry Yosodiningrat, juga memastikan Pansus akan tetap jalan. Kata dia, meski pun ada fraksi menarik diri, tidak akan menghalangi kerja Pansus.
"Teman-teman kami dari beberapa fraksi mundurkan diri, keluar, enggak apa-apa. Tinggal satu fraksi, misalnya hanya PDIP, pun (Pansus) tetap jalan," katanya.
[ian]
BERITA TERKAIT: