Pertemuan dilakukan untuk, antara lain, mensosialisasikan hasil pertemuan ketua umum Partai Gerindra itu dengan SBY yang adalah ketua umum Partai Demokrat.
"Menurut Pak Prabowo, pertemuan dengan SBY akan lebih sering dilakukan," ujar Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Rachmawati Soekarnoputri dalam perbincangan dengan redaksi.
Rachma yang juga mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden era SBY menambahkan, dalam pertemuan itu Prabowo juga menyoroti kondisi perekonomian yang sulit akibat praktik neoliberalisme.
"Ada keinginan kuat agar rel praktik ekonomi dikembalikan ke Pasal 33 UUD 1945 dimana negara berperan penuh melindungi warga negara," kata Rachma lagi.
Tidak lupa di dalam pertemuan Prabowo kembali mengecam presidential threshold sebesar 20 persen yang telah ditetapkan DPR RI.
Di luar dari proses pengambilan keputusan yang tidak bulat, PT 20 persen juga melawan logika dan bersifat diktatorial.
"Masalah lain yang dibahas dalam pertemuam tadinafalah masalah kaderisasi dan membangun kekuatan ekonomi Gerindra," demikian Rachma.
[san]
BERITA TERKAIT: