Skor tersebut permintaan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Sekretaris Fraksi PAN, Yandri Susanto, mengatakan bahwa lobi-lobi itu dilakukan demi mencapai kesepakatan melalui musyawarah. Meski diakuinya Pansus Pemilu sudah merekomendasikan 5 paket.
PAN sendiri memilih Paket B, yakni Presidential Threshold 0 persen, Parlementary Threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-10, metode konvensi suara kuota hare. Tapi masih membuka ruang dialog.
"PAN sekali lagi mari kebersamaan itu kita kedepankan. Musyawarah kita utamakan sehingga rakyat Indonesia melihat persoalan apapun ada perbedaan bisa kita selesaikan mufakat," katanya di ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara II, Kamis (20/7).
Sekretaris Fraksi PKB, Cucun Achmad Syamsurijal senada dengan Yandri. Fraksi PKB yang awalnya memilih paket D, yakni Presidential Threshold 10/15 persen, Parlementary Threshold 5 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-8, metode konvensi suara saint lague murni membuka kemungkinan untuk bermusyawarah.
"PKB berpandangan untuk segera. Tidak lama-lama mengambil jalan. Bisa dilakukan mending musyawarah dulu kalau enggak ketemu opsi-opsi yang sudah di pembahasan tingkat atu bisa dilakukan mekanisme voting yang merupakan bagian dari mekanisme rapat paripurna," imbaunya.
Fraksi-fraksi dari partai pendukung pemerintah meminta pimpinan untuk segera menyelenggarakan voting secara terbuka. Hal itu tak ditelan mentah-mentah oleh para koleganya.
Anggota Fraksi PKS Sutriyono mengatakan bahwa sebelum voting, ada baiknya pimpinan rapat, dalam hal ini Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon untuk memberikan kesempatan kepada semua fraksi melakukan lobi-lobi politik terlebih dahulu.
"Sebelum voting kita terlebih dahulu musyawarah mufakat sehingga forum lobi dulu. PKS terbuka untuk dialog untuk cari," kata Sutriyono.
Mendengar usul dari beberapa fraksi tersebut, Fadli Zon pun meminta persetujuan dari forum agar rapat diskors demi lobi-lobi politik selama dua jam ke depan. Forum pun setuju dengan Fadli.
"Rapat paripurna akan kita lanjutkan lagi pada pukul 16.00 WIB nanti," pungkas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: