Apalagi, halaqah nasional alim ulama mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo. Demikian dikatakan Sekertaris Jenderal Presidium Nasional Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Hery Haryanto Azumi. Ia mengaku lega karena halaqah alim ulama se-Indonesia terlaksana baik.
"MDHW bisa menjadi pintu dialog bagi semua kalangan. MDHW juga bisa menjadi katalisator untuk mencari solusi atas berbagai persoalan kebangsaan," kata mantan Ketua Umum PB PMII itu kepada redaksi, Jumat (14/7).
Dia mengatakan, MDHW bisa jadi jembatan rekonsiliasi, menggerakkan ekonomi umat serta sinergi antara ulama dengan umara.
Halaqah Nasional Alim Ulama digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis malam (13/7). Para ulama sepuh menghadirinya, seperti Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin dan Wakilnya KH Miftachul Akhyar, serta Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.
Tiga pimpinan tertinggi warga Nahdliyin tersebut kompak menyatakan bahwa nasionalisme bagian dari iman orang muslim.
"Selain menjaga agama, menjaga bangsa dan negara bagi para ulama ini merupakan tanggung jawab," kata Kiai Ma'ruf yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Kiai Ma'ruf juga menegaskan, MDHW akan dijadikan sarana untuk menyatukan dan mengutuhkan seluruh komponen bangsa.
MDHW akan terus melakukan upaya-upaya melalui pranata kenegaraan, kemasyarakatan, dan keagamaan untuk mengembalikan keutuhan bangsa.
[ald]
BERITA TERKAIT: