Alqur'an sebagai petunjuk dan pedoman hidup manusia sampai hari kiamat kelak, sebagai petunjuk agar manusia selamat mengarungi kehidupan di dunia ini dan kehidupan di akhirat kelak.
Pernah suatu waktu salah seorang teman penulis menanyakan kenapa penulis percaya dengan isi Alqur'an? Jawaban penulis saat itu sederhana saja, karena penulis yakin Alqur'an itu bukan karya manusia tapi buatan Allah SWT. Teman tersebut melanjutkan pertanyaannya, kenapa penulis percaya Alqur'an bukan buatan manusia? Jawaban penulis merujuk pada Alqur'an Surat Al Baqarah (2): 23 - 24
QS 2 : 23 - 24 tersebut berisikan tantangan yang ditujukan kepada seluruh umat manusia yang disampaikan 1.400 (seribu empat ratus) tahun lalu, dan tantangan itu berlaku sepanjang masa sampai hari kiamat kelak. QS 2 : 23 -24 menyampaikan tantangan kepada siapa saja yang memiliki keraguan tentang kebenaran Alqur'an sebagai wahyu Allah SWT, tantangan kepada yang meragukan Alqur'an bukan wahyu Tuhan semesta alam, walaupun keraguan itu cuma sedikit saja.
QS 2 : 23 - 24 berisikan tantangan Allah SWT kepada siapa saja untuk membuat sebuah rumusan tulisan yang mampu menandingi kualitas dan kedalaman makna satu surat saja dari 144 surat Alqur'an, dari segala sisi. Tidak berhenti disitu, QS : 23 - 24 juga mempersilahkan seluruh umat manusia untuk bekerja sama merumuskan tulisan tersebut, seluruh manusia dengan latar belakang keilmuan dan profesi dipersilahkan saling berkolaborasi untuk merumuskan satu surat saja yang bisa menandingi satu surat saja dari 144 surat yang ada dalam Alqur'an, tidak perlu menandingi Alqur'an secara keseluruhan.
Tidak berhenti disitu, QS 2 : 23 - 24 juga menjamin bahwa pasti tidak akan ada yang mampu menerima tantangan ini, semenjak tantangan itu disampaikan sampai hari kiamat kelak, walaupun seluruh umat manusia bersatu padu menerima tantangan tersebut.
Faktanya, semenjak tantangan itu disampaikan oleh utusan Allah SWT, Rasulullah Nabi Muhammad SAW, 14 (empat belas) abad silam, sampai detik ini, belum ada satu orangpun maupun satu kelompok pun yang menerima tantangan tersebut. Belum ada satupun tulisan yang mampu menandingi satu surat saja dari 144 surat yang ada dalam Alqur'an.
Itulah salah satu alasan yang penulis sampaikan kepada teman yang bertanya saat penulis masih kuliah di Jogja tersebut, belasan tahun silam.
Penulis sampaikan juga kepada teman tersebut sebagai bagian masyarakat ilmiah (mahasiswa) beberapa pertanyaan. Jika bukan Tuhan penguasa alam raya ini, siapa yang mampu menyampaikan tantangan tersebut?. Jika bukan Tuhan penguasa alam raya ini yang merumuskan Alqur'an, bagaimana mungkin tantangan yang setidaknya sudah berjalan selama 14 (empat belas) abad ini belum ada yang berani menerimanya, belum ada karya yang merupakan jawaban atas tantangan tersebut? Padahal faktanya begitu banyak orang yang ingin membuktikan Alqur'an itu bukan karya Tuhan Yang Maha Esa?.
Sebagai penutup tulisan pendek ini, menjawab pertanyaan yang merupakan judul tulisan di atas, "Alqur'an Bukan Karya Manusia?", penulis dengan tegas menjawab BUKAN, Alqur'an bukan karya manusia. Alqur'an adalah karya Allah SWT, Tuhan seluruh alam.
Semoga Alqur'an menerangi jalan semua orang yang mempercayainya, baik menerangi jalan saat masih mengarungi kehidupan didunia ini, lebih-lebih lagi menerangi jalan saat sudah di akhirat kelak, Allahumma Amien.
Selamat Memperingati Nuzul Quran 1438 H / 2017 M.
[***]
Penulis Merupakan Redaktur Senior Kantor Berita Politik RMOL