Kapolri Jenderal Tito Karnavian membutuhkan tenaga tambahan guna memperkuat Direktorat "Cybercrime" yang baru dibentuk awal tahun 2017 itu.
"Kapolri sepertinya hendak memperkuat unit Direktorat Cybercrime," timpal Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (9/6).
Sebelum Wahyu, Kapolri juga telah "menarik" Kombes Fadil Imran ke Dit Tipidsiber Polri. Sama seperti Wahyu, saat itu, alumni Akpol 1991 tersebut juga tengah menjabat Direktur Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya (PMJ). Kini, keduanya diduetkan di Dit Tipidsiber Polri sebagai Direktur dan Wadir.
"Masuknya Direktur Reskrimsus PMJ Kombes Wahyu Hadiningrat ke posisi Wakil Direktorat Cybercrime Polri sepertinya untuk memperkuat dan membangun soliditas. Fadil sebagai Direktur dengan Wahyu yang menjabat Wadir," papar Neta.
Selain kedua perwira menengah itu, sejumlah personel juga sudah dimutasi ke Dit Tipidsiber Polri untuk penambahan tim. Sehingga proses law enforcement terhadap kejahatan hukum dunia siber dapat berjalan.
Polri sebagai pelindung, pengayom, pelayan dan penegakan hukum di masyarakat sepertinya melihat dunia siber adalah fenomena di masyarakat yang patut dicermati.
Apalagi, kejahatan di dunia siber kian marak. Mulai dari ujaran kebencian, motif ekonomi penipuan, terorisme, hingga perjudian online.
"Strategi ini, untuk mengantisipasi perkembangan media sosial dan siber yang kian mengkhawatirkan. Kerap disalahgunakan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. IPW memberi apresiasi pada sikap antisipatif polri terhadap dinamika perkembangan siber ini," demikian Neta.
Mutasi Wahyu sendiri tertuang dalam Telegram Rahasia (TR) nomor ST/1408/VI/2017 tertanggal 2 Juni 2017. Suksesor alumni Akpol 1992 itu akan diamanahkan kepada Kasubdit I Dit Tipikor Bareskrim Polri Kombes Adi Deriyan Jayamarta.
Menarik ditunggu sepak terjang mantan Kapolres Malang, Polda Jawa Timur tersebut di Direktorat Reskrimsus PMJ.
[rus]
BERITA TERKAIT: