Menlu: 16 WNI Di Marawi Minta Dievakuasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 30 Mei 2017, 04:46 WIB
Menlu: 16 WNI Di Marawi Minta Dievakuasi
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi/Net
rmol news logo Sebanyak 16 Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berada di wilayah darurat militer di Marawi, Filipina meminta bantuan untuk dievakuasi.

Hal itu sebagaimana dikatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (29/5) sore

"Kita sudah menerima permintaan dari 16 WNI itu agar mereka dibantu evakuasi," ujarnya seperti dikutip laman Setkab.

Ia menyebutr bahwa pihak Indonesia sampai saat ini masih belum bisa bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Terlebih, operasi militer masih berlangsung di Marawi.

"Sehingga tidak mungkin ada pergerakan apapun," ujarnya.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal mengemukakan bahwa keenam belas WNI ini merupakan anggota Jamaah Tabligh yang melakukan khuruj, berdakwah selama 40 hari, di Filipina. Saat operasi militer berlangsung, markas mereka sedang berada di Marawi.  [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA