"Di bulan Ramadahan ini lah peluang balon yang masih rendah elektabilitasnya untuk berupaya mendongkraknya,†kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin kepada redaksi, Sabtu (27/5).
Ujang mencontohkan pada pilkada Jawa Barat dimana calon yang diusung oleh Partai Golkar Dedi Mulyadi, hasil surveinya masih cukup rendah dibanding calon lainnya.
"Dedi Mulyadi harus mampu meningkatkan elektabilitasnya selama bulan Ramadhan ini dan terus mendekati masyarakat pemilih, kalau tidak tentu akan sulit menandingi calon lainnya,†jelasnya.
Pengamat Politik Universitas Al Azhar ini juga menyebutkan, bukan hal yang baru lagi jika semua calon yang akan maju dalam pilkada akan memaksimalkan bulan yang disebut-sebut bulan penuh berkah ini.
"Bukan hanya Dedi, saya bakal calon lainnya juga akan meningkatkan elektabilitasnya di bulan Ramadhan ini dengan memendekati masyarakat pemilih,†ungkapnya.
Selain itu momentum ini, lanjut Ujang juga sedikit menolong bagi bakal calon dalam pilkada untuk melakukan sosialisasi, apalagi mengingat wilayah seperti Jawa Barat yang cukup luas.
"Mau tidak mau bakal calon harus bisa cerdik dan memaksimalkan setiap even yang ada, jika memang targetnya memenangkan pertarungan dipilkada,†ujarnya.
Saat ditanya mengenai signal Partai Amanat Nasional yang ingin menduetkan Dedi Mulyadi dengan Desy Ratnasari, Ujang menilai sejak dulu memang masyarakat Jawa Barat sangat menyukai figur artis yang maju dalam pilkada.
"Kita harus belajar dari kesuksesan Ahmad Heryawan yang menang dua periode dan kedua-duanya dengan menggandeng artis (Dede Yusuf dan Dedi Mizwar),†paparnya.
Bukan itu saja, tambah Ujang Desy Ratnasari diyakini bisa menggaet suara bahkan bisa meningkatkan elektabilitas Dedi Mulyadi.
"Desy bisa meningkatkan elektabilitas sebagai vote gater, sehingga keduanya tinggal membagi tugas dalam memenangkan pilkada Jabar mendatang,†jelasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: