Laman tersebut menampilkan gambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) M Rizieq Shihab yang sedang memimpin aksi massa. Namun begitu di bagian bawah poto tersebut berisi tulisan 'bebaskan Ahok'. Tulisan ini tentu bertentangan dengan alur pergerakan Rizieq yang kontra dengan Ahok dalam kasus penistaan agama.
Menanggapi peretasan ini, pengamat politik dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaikKOPI) Hendri Satrio menyimpulkan ada empat hal pesan tersirat dari aksi ini.
"Pertama, peretasnya sedang unjuk gigi," ujarnya kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Kamis (11/5).
Simpulan kedua, aksi peretasan ini justru semakin membuat nama Rizieq Shihab makin terkenal. Pasalnya, wajah Rizieq dipampang di laman situs tersebut. Bahkan jika diketik di mesin pencari
Google, tertulis
'TEMPO.co: hacked by Rizieq Shihab'.
"Jadi Rizieq justru makin ngetop," sambungnya.
Ketiga, lanjutnya, ada kemungkinan
security situs Tempo memang lemah sehingga bisa mudah dipermainkan para peretas.
Sementara pesan terakhir yang bisa dipetik adalah pengelola negara yang tidak pandai dalam menyelesaikan masalah sampai tuntas, utamanya perseteruan antara Ahok dan Rizieq Shihab dalam kasus penistaan agama.
"Padahal ini kan cukup jelas dicitrakan terusan Pilkada Jakarta yang lalu," pungkasnya.
Adapun saat ini, laman situs Tempo sudah bisa diakses seperti biasa.
[ian]
BERITA TERKAIT: