Rapat paripurna ini diawali Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah selaku pimpinan rapat mempersilakan perwakilan Komisi III DPR yang lantas diwakili Taufiqulhadi untuk menjelaskan alasan usulan hak angket KPK.
"Mohon persetujuan forum paripurna agar hak angket dapat ditindaklanjuti sesuai perundangan yang ada," pinta Taufiqulhadi.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat pun interupsi.
"Fraksi Gerindra menolak hak angket KPK," tegasnya.
Alasannya Fraksi Gerindra tidak melihat urgensi penggunaan hak angket itu.
Perwakilan Fraksi PKB dan Fraksi Partai Demokrat juga sependapat.
Anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu angkat suara dan menyebut anggota dewan yang menolak hak angket sebagai munafik.
"Bosan saya, Pimpinan! Saya kritik KPK karena saya tahu saya benar! Paripurna ini merupakan forum politik munafik," ketusnya.
Fahri Hamzah lantas meminta persetujuan kepada semua anggota dewan yang hadir.
"Apakah usul hak angket atas KPK bisa disetujui?" tanya Fahri.
Mendadak seisi ruangan menjadi riuh karena teriakan 'setuju' dan 'menolak' berbau. Bersamaan itu, salah seorang anggota dewan terdengar lantang akan keluar dari ruangan sidang alias
walk out.
Alih-alih menenangkan suasana, Fahri Hamzah justru langsung mengetuk palu.
Terlihat puluhan anggota dewan dari Fraksi Gerindra, PKB, dan Demokrat keluar dari ruangan sidang. Rapat tetap dilanjutkan meski sebagian anggota sudah tak ada lagi dalam ruangan.
[wid]