Menurut JK, diadakannya kongres ini lantaran adanya keresahan dan kekhawatiran mengenai masalah ekonomi Indonesia, salah satunya mengenai ketimpangan ekonomi.
Kongres yang digagas MUI ini merupakan niat nyata yang akan ditindaklanjuti pemerintah.
"Saya yakin mulai dari bapak presiden sampai peserta telah mengungkapkan banyak hal mengenai kenyataan dan kekhawatiran. Dari hal itu, tentu harus mencari langkah yang baik dalam mengatasinya," ujar JK dalam sambutan penutupan kongres ekonomi umat di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (24/4).
JK sadar betul ketimpangan ekonomi di Indonesia yang menjadi sorotan kongres bakal menjadi bahaya besar. Apalagi, Indonesia merupakan negara multietnis yang berbeda dengan negara lain seperti, Turki, Thailand dan Filippina yang tidak memiliki masyarakat multietnis seperti Indonesia.
"Di sini (Indonesia) berbeda. Jadi, lebih cepat menimbulkan masalah kalau tak ditangani," ujarnya.
JK mendorong masyarakat untuk mau terjun ke dunia. Sebab, usaha merupakan salah satu upaya dalam memperkecil angka ketimpangan ekonomi.
Karenanya, lanjut JK, generasi muda harus didorong berwirausaha agar bisa bersaing dengan masyarakat eropa.
"Kita harus berusaha berbuat yang terbaik agar ekonomi tumbuh dan bisa dinikmati bersama. Banyak hal yang bisa dilakukan seperti menumbuhkan minat untuk masuk dalam dunia usaha, memberikan semangat kepada pemuda untuk mau berusaha, agar bisa bersaing dengan orang eropa," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: