Sekjen PDIP Tak Terlalu Menanggapi Survei LSI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 17 April 2017, 18:37 WIB
RMOL. Sah-sah saja apabila setiap tim kampanye mengeluarkan hasil survei. Namun tetap saja ada batasan etika politik, kredibilitas lembaga survei, dan pertanggungjawaban secara metodologi bahwa hasil survei tersebut bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan akurasinya.

Demikian disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangam, Hasto Kristiyanto. Menurut Hasto Kristiyanto, ia pun tidak terlalu menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia pimpinan Denny JA.

“Denny JA memang piawai di dalam memanfaatkan momentum politik. Pilkada putaran pertama menjadi bukti bagaimana survei Denny JA hanya menjadi alat pemenangan, sehingga hasilnya pun meragukan,” ujar Hasto di Jakarta, Senin (17/4).
Hasto pun membeberkan pengalamannya bagaimana di dalam Pilkada Serentak 2015 lalu ditawari jasa oleh Denny JA.

“Saat itu saya ditawari beliau, bagaimana PDI Perjuangan bisa memenangkan Pilkada Serentak tanpa keluar uang, bahkan saya ditawari dapat uang. Begitu motifnya sudah dana, tawaran jasa pemenanganpun tidak saya layani,” ungkap Hasto.

Hal yang lebih memrihatinkan, menurut Hasto, hasil survei yang masih harus diuji kebenarannya tersebut kini dijadikan klaim kemenangan.

"Sekarang dijadikan klaim kemenangan bahkan sebelum pilkada berlangsung sebagaimana disampaikan oleh pidato Bapak Prabowo yang terkesan tendensius dan terlalu menyudutkan pasangan Ahok-Djarot‎,” demikian Hasto. [ysa]
  • TAGS

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA