"Soal ada wacana kita hormati saja. Siapa saja boleh berwacana, tapi yang penting kan respons dari DPP. Dan apakah ada atau tidak kan itu yang harus menjadi perhatian," ujar Ketua DPP Golkar Zainudin Amali di Gedung DPR, Jakarta (Rabu, 29/3).
Kader muda dari Generasi Muda Partai Golkar (GNPG) serta Pemuda dan Alumni Pemuda Golkar mengkritisi nama partai terseret dalam korupsi pengadaan e-KTP karena beberapa kader disebut dalam dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk nama Ketua Umum Setya Novanto.
GNPG juga meminta adanya kepemimpinan baru di Golkar karena dugaan keterlibatan Novanto dalam kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun tersebut. Untuk itu, kader berencana melakukan konsultasi dengan para sesepuh Golkar, seperti Jusuf Kalla dan BJ Habibie.
"Kalau soal dia mau ke mana-mana, menyampaikan pikiran ya tidak ada larangan," ujar Amali.
Menurutnya, seluruh kalangan internal Golkar tetap solid meski dirundung kasus e-KTP. Dia juga memastikan bahwa tidak ada desakan mundur terhadap Novanto ataupun rencana pelaksanaan munaslub.
"Tidak ada (munaslub). Di pertemuan konsultasi kemarin tidak ada, semua solid," tegas Amali yang juga ketua Komisi II DPR.
[wah]
BERITA TERKAIT: