Berbeda dengan rombongan yang mengiringi yang kerap ditemui di sejumlah tempat wisata, Raja Salman sepertinya tak ingin jauh-jauh dari hotel tempatnya menginap, Saint Regist. Sampai kemarin, aktivitas Raja Salman dilaporkan hanya diisi di pantai belakang hotel. Raja kerap berjemur dan berenang di Pantai Geger. Sesekali mengisi waktunya dengan makan sambil menikmati pemandangan.
"Beliau betul-betul menikmati keindahan pantai," kata Kapolda Bali Irjen Petrus R Golose di kantornya, kemarin. Golose tahu, karena karena meski tujuan kunjungan Raja Salman adalah berlibur, polisi tetap harus berkoordinasi dengan protokoler negara.
Golose cerita, saat tiba di Bali tim protokoler Kerajaan Saudi sempat bertanya apakah Raja Salman akan betah di Bali atau tidak. "Saya bilang ke mereka, Raja pasti akan betah, buktinya sekarang Raja perpanjang masa liburan," kata Golose. Dia juga bilang, saat mendapat surat tembusan dari Kedutaan Besar Arab Saudi yang menginformasikan bahwa waktu libran Raja Salman diperpanjang tiga hari, dia tak terlalu terkejut. "Sejak awal beliau masuk hotel dan lihat pantai, saya melihat ekspresi beliau betapa senangnya ada di Bali," ujarnya.
Dan pengelola penginapan pun sepertinya memahami kebutuhan Raja yang berjuluk Pelayan Dua Kota Suci itu. Privasi benar-benar dijaga. Pantai yang terletak di muka hotel ditutup dengan bambu setinggi tiga meter yang ditutupi kain putih. Selain itu, jalan berundak dari kayu sepanjang kira-kira 20 meter menuju pantai telah disiapkan untuk rombongan kerajaan.
Daya pikat Pulau Seribu Pura itu tampaknya dirasakan oleh sang Raja. Sebelum tiba di Bali, Raja berusia 82 tahun itu dijadwalkan hanya tinggal 4-9 Maret. Namun setelah berada di Bali, Raja Salman pun menyambung hari vakansinya hingga 12 Maret. "Beliau suka Bali. Saya pikir itu (alasan memperpanjang liburan)," kata Badr Mohammed Aljuhani, Staf Bidang Media dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia, kemarin.
Berbeda dengan Raja Salman yang menghabiskan waktu di sekitaran hotel, rombongan termasuk para pangeran memilih jalan-jalan ke sejumlah lokasi wisata di Bali. Jimbaran, Kuta dan Seminyak jadi tempat pilihan. Selain makan-makan di restoran, rombongan mencoba berbagai wahana yang dijajakan. Meski rombongan tidak memberitahu lebih dulu kapan akan jala-jalan, Golose bilang jajaran pengamanan VVIP tetap memantau agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Perpanjangan masa liburan itu kontan mengembuskan hawa positif bagi para pelaku industri pariwisata Bali. Selain berdampak pada citra daerah yang terdongkrak, Bali bakal menuai efek ekonomi dari tambahan masa berlibur itu. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Asnawi Bahar mengatakan, penambahan waktu libur itu artinya ada dana tambahan yang berputar di Bali. Jumlahnya lumayan besar Rp 25 miliar per hari. "Total Rp 75 miliar selama tiga hari," kata Asnawi.
Dia mengaku tak aneh saat mengetahui Raja Salman dan rombongan lebih banyak menghabiskan waktu di sekitaran pantai. "Orang Arab memang suka pantai. Turis Arab kelas atas bisa stay di hotel bintang lima sampai dua minggu," ujarnya.
Sebelumnya, Asnawi menaksir belanja Raja Salman dan rombongan selama berada di Indonesia 1-9 Maret mencapai Rp 250 miliar. Dalam perinciannya, Rp 150 miliar dari hitungan kasar itu akan dihabiskan di Bali 4-9 Maret.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya berharap kedatangan Raja Salman akan ikut mengangkat persentase kunjungan wisatawan asal Arab Saudi atau Timur Tengah di Bali hingga 50 persen, dari 240 ribu wisatawan pada 2016 menjadi 360 ribu orang tahun ini. Promosi besar-besaran pun dilakukan dengan memasang iklan di media berdaya jangkau luas seperti Al Jazeera, jejaring media yang bermarkas di Doha, Qatar.
Liburan Raja Salman beberap kali mengundang kontroversi, karena menyebabkan wisatawan lain terganggu. Contohnya pada saat liburan ke French Riviera Agustus 2015. Saat itu, rombongan memaksa penutupan pantai selama tiga hari dengan dalih privasi dan keamanan. Tak hanya itu, kecaman pun datang lantaran rombongan telah mengecor beton di atas pasir. Beton itu untuk landasan tangga jalan sang raja. Akhirnya Raja Salman memangkas waktu liburannya dari jadwal semula tiga minggu. Selain itu, sejumlah media internasional juga memberitakan Arab Saudi sempat menunggak pembayaran tagihan senilai Rp 52 miliar. ***
BERITA TERKAIT: