Hadir dalam FGD tersebut para pakar dan pegiat pemilu, Sri Budi Eko Wardani (dosen Universitas Indonesia), Muhammad Afifuddin (Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat), Titi Anggraini (Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi), dan Mada Sukmajati (dosen Universitas Gajah Mada).
Melek politik menjadi salah satu faktor yang berperan dalam menentukan kualitas pemilu di suatu negara. Meningkatnya tingkat melek politik seharusnya berkorelasi positif dengan peningkatan angka partisipasi pemilih.
Salah satu metode dalam meningkatkan angka melek politik ialah melalui pendidikan pemilih. Pendidikan pemilih menjadi jantung bagi penyelenggara pemilu untuk menciptakan pemilih cerdas.
Pemilih cerdas inilah yang bisa menjadi salah satu gambaran keberhasilan tingkat melek politik, sehingga tingkat melek politik sering dianggap sebagai variabel penting keberhasilan pendidikan pemilih.
Untuk itu diperlukan suatu kajian terkait pengukuran tingkat melek politik, sehingga kebijakan yang diambil oleh penyelenggara pemilu sesuai dengan akar permasalahan yang terjadi di lingkungan pemilih.
Belum adanya instrumen untuk mengukur tingkat melek politik sampai saat ini, maka perlu dirumuskan instrumen pengukuran tingkat melek politik dan bagaimana metode pengukurannya.
Lewat FGD ini diharapkan dapat terindentifikasi bahan untuk menyusun instrumen pengukuran tingkat melek politik dan bagaimana metode pengukuran tingkat melek politik serta rumusan pokok-pokok dalam menyusun pengukuran tingkat melek politik.
[rus]
BERITA TERKAIT: