Wakil Ketua Umum DPP Demokrat Roy Suryo menegaskan bahwa dirinya menghormati sifat ilmiah setiap lembaga survei, termasuk survei Populi Center. Namun begitu, ia meminta publik untuk lebih cerdas dalam membaca hasil survei dan independensi lembaga survei.
"Saya sangat menghormati sifat ilmiah masing-masing lembaga survei, tetapi tidak tertutup kemungkinan juga ada "siapa" di balik lembaga-lembaga tersebut. Jadi publik juga harus cerdas bisa menilai dan membaca masing-masing "di balik" survei ini (Populi Center)," ujar Roy, yang juga tim pemenangan Agus-Sylvi kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (23/1).
Lebih lanjut, mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga ini menyampaikan rasa terima kasih atas hasil survei yang dirilis Populi Center. Hasil ini akan menjadi vitamin bagi pasangan Agus-Sylvi untuk mencapai hasil yang lebih baik.
"Karena bagaimanapun ini abad ilmu pengetahuan yang ilmiah yang diwujudkan dalam metode yang masing-masing digunakan oleh lembaga-lembaga tersebut," sambung Roy.
"Survei membantu melihat kekuatan paslon, tak perlu disalahkan apalagi dimaki. Ada perbedaan hasil hal biasa, nanti diuji pada kenyataan pada tanggal 15 Februari 2017 ya," pungkasnya.
Hasil survei terbaru Populi center menyebutkan bahwa masyarakat DKI Jakarta menilai bahwa debat pertama adalah Ahok-Djarot dengan persentase 36,5 persen. Disusul oleh Anies-Sandiaga di posisi kedua dengan persentase sebesar 25,5 persen, dan Agus-Sylvi di posisi ketiga dengan persentase 17,8 persen. Sementara itu, masyarakat DKI yang tidak menonton debat adalah sebesar 14,2 persen.
Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 600 responden di 6 wilayah DKI Jakarta yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error plus minus 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Untuk diketahui, dewan penasehat dari Populi Center adalah Sunny Tanuwidjaja. Sunny dikenal sebagai orang dekat Ahok, bahkan pernah menjadi staf khusus Ahok saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.
[ian]
BERITA TERKAIT: