Demokrat: Masyarakat Harus Cerdas Membaca Siapa Di Balik Populi Center

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 23 Januari 2017, 08:46 WIB
Demokrat: Masyarakat Harus Cerdas Membaca Siapa Di Balik Populi Center
Roy Suryo/Net
rmol news logo Tim Pemenangan Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni menghormati hasil survei terbaru yang dirilis Populi Center. Meski, dalam survei itu pasangan nomor urut 1 disebut tidak unggul dalam debat perdana Pilgub DKI.

Wakil Ketua Umum DPP Demokrat Roy Suryo menegaskan bahwa dirinya menghormati sifat ilmiah setiap lembaga survei, termasuk survei Populi Center. Namun begitu, ia meminta publik untuk lebih cerdas dalam membaca hasil survei dan independensi lembaga survei.

"Saya sangat menghormati sifat ilmiah masing-masing lembaga survei, tetapi tidak tertutup kemungkinan juga ada "siapa" di balik lembaga-lembaga tersebut. Jadi publik juga harus cerdas bisa menilai dan membaca masing-masing "di balik" survei ini (Populi Center)," ujar Roy, yang juga tim pemenangan Agus-Sylvi kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (23/1).

Lebih lanjut, mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga ini menyampaikan rasa terima kasih atas hasil survei yang dirilis Populi Center. Hasil ini akan menjadi vitamin bagi pasangan Agus-Sylvi untuk mencapai hasil yang lebih baik.

"Karena bagaimanapun ini abad ilmu pengetahuan yang ilmiah yang diwujudkan dalam metode yang masing-masing digunakan oleh lembaga-lembaga tersebut," sambung Roy.

"Survei membantu melihat kekuatan paslon, tak perlu disalahkan apalagi dimaki. Ada perbedaan hasil hal biasa, nanti diuji pada kenyataan pada tanggal 15 Februari 2017 ya," pungkasnya.

Hasil survei terbaru Populi center menyebutkan bahwa masyarakat DKI Jakarta menilai bahwa debat pertama adalah Ahok-Djarot dengan persentase  36,5 persen. Disusul oleh Anies-Sandiaga di posisi kedua dengan persentase sebesar 25,5 persen, dan Agus-Sylvi di posisi ketiga dengan persentase 17,8 persen. Sementara itu, masyarakat DKI yang  tidak menonton debat adalah sebesar 14,2 persen.

Survei  ini  dilakukan  melalui  wawancara tatap  muka dengan  600 responden  di  6 wilayah  DKI  Jakarta  yaitu  Jakarta  Utara,  Jakarta  Selatan,  Jakarta  Pusat,  Jakarta  Timur,  dan  Kepulauan  Seribu.  Survei  ini  menggunakan  metode  acak  bertingkat  (multistage  random sampling)  dengan  margin  of  error  plus minus 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Untuk diketahui, dewan penasehat dari Populi Center adalah Sunny Tanuwidjaja. Sunny dikenal sebagai orang dekat Ahok, bahkan pernah menjadi staf khusus Ahok saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA