Demikian disampaikan Ketua Umum PPNA, Diyah Puspitarini, dalam keterangan kepada
Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Sabtu, 7/1).
Menurut Dyah, beberapa program kerja PPNA pun bersinggungan dengan program kerja Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Karena itu, awal pekan lalu, PPNA melaksanakan audiensi ke lembaga dan majelis tingkat pimpinan pusat Muhammadiyah dan Aisyiyah.
"Audiensi ini dilaksanakan untuk saling bertukar informasi terkait program kerja masing-masing lembaga dan majelis," kata Dyah.
Bersama Departemen Pendidikan dan departemen Komunikasi, Informasi dan Kehumasan (Kominmas), PPNA sudah melaksanakan audiensi ke MPI PP Muhammadiyah yang bertempat di Ruang Sidang Gedung Dakwah Muhammadiyah KH Dahlan di Yogyakarta.
Dalam kesempatan itu, Ketua MPI Muchlas memberikan apresiasi yang baik atas keinginan PPNA untuk berkolaborasi dengan MPI terkait program kerja yang berisnggungan.
"Beberapa lembaga, majelis dan ortom terkadang tidak menyadari bahwa sebuah kegiatan dapat dilaksanakan bersama, dalam hal ini justru akan mempermudah tercapainya tujuan," jelasnya.
Berkaitan dengan keingina Nasyiah untuk mendirikan taman pustaka, Muchlas menambahkan, MPI telah memiliki sistem dan kerangka untuk pendirian taman bacaan, sehingga PPNA dapat menggunakan sistem yang telah dimiliki oleh MPI.
Dafid Efendi, Sekretaris Bidang Kearsipan dan Pustaka MPI mendukung penuh program Nasyiah untuk mendirikan taman pustaka. MPI yang secara struktural ada sampai tingkat cabang bahkan ranting, tetap memerlukan bantuan ortom untuk dapat melaksanakan programnya, dan dalam hal ini PPNA memiliki SDM yang memadai untuk melaksanakan program tersebut.
"Hasil dari audiensi ini akan ditindaklanjuti dengan MoU kerjasama program meliputi pelatihan jurnalistik, pendirian taman pustaka atau taman baca Nasyiah dan pendidikan literasi media," demikian Dyah.
[ysa]
BERITA TERKAIT: