Jangan Sampai Relokasi Menambah Kemiskinan Baru

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 31 Desember 2016, 04:34 WIB
Jangan Sampai Relokasi Menambah Kemiskinan Baru
Ilustrasi/Net
rmol news logo . Pemerintan provinsi DKI Jakarta perlu mengidentifikasi betul kebutuhan para penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), yang menjadi tempat relokasi warga korban penggusuran di berbagai wilayah.

Pemerintah juga harus menyediakan sarana dan fasilitas yang dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi yang menyebabkan meningkatnya biaya dan berkurangnya penambahan.

"Selanjutnya, jika akan melakukan relokasi penduduk, perlu dikaji betul jangan sampai relokasi justru menimbulkan kemiskinan baru dan bertambahnya jumlah penduduk miskin," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS),  Triwisaksana, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 30/12).

Ia mengingatkan bahwa hidup di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) semakin tinggi, sementara pendapatan warganya tidak bertambah. Karena itu, Rusunawaberpotensi menjadi kantong-kantong kemiskinan baru.

Ia juga mendukung janji kerja pasangan Anies-Sandi untuk membangun Kampung Susun, Kampung Deret, Rumah Susun dan mempermudah akses kepemilikan bagi warga tidak mampu sebagai solusi bagi warga yang tinggal di lingkungan padat penduduk, ketimbang melakukan penggusuran dan relokasi ke rusunawa.

 "Program ini diyakini akan membuat warga lebih baik kualitas hidupnya dan lebih berbahagia," tutupnya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA