"Untuk sentimen ingin gubernur baru, jika pilkada hari ini, Agus lebih dipilih dibandingkan Anies," kata pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 14/12).
Denny menjelaskan, hal ini dudasari survei pada 1-6 Desember 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode
multistage random sampling, dengan
margin of error survei ini plus minus 4,8 persen. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset.
Desember 2016 ini, jelas Denny, pasangan Agus-Sylvi memperoleh dukungan tertinggi dan sudah mengalahkan pasangan petahana Ahok-Djarot di atas
margin of error . Pasangan Agus-Sylvi memperoleh dukungan 33,6 persen, sementara pasangan Ahok-Djarot memperoleh dukungan 27,1 persen. Sedangkan Anies-Sandiaga memperoleh dukungan 23,6 persen. Dan mereka yang belum memutuskan sebesar 15,70 persen.
Dukungan pemilih ini, lanjut Denny, JA, cukup terfragmentasi kepada ketiga kandidat. Selisih elektabilitas pun di antara ketiga kandidat belum
double digit. Namun demikian, saat ini Agus-Sylvi sudah mengungguli kompetitor terdekatnya yaitu Ahok-Djarot dengan selisih 6,5 persen. Sementara Ahok-Djarot dan Anies Sandi selisih elektabilitasnya di bawah margin of error survei dengan selisihnya hanya 3,5 persen.
Denny menilai, peluang pilkada dua putaran cukup besar, apalagi Pilkada DKI Jakarta, calon pemenang harus memperoleh dukungan minimal 50 persen+1. Untuk lolos ke putaran kedua, jika tiga pasangan calon, maka setiap pasangan calon harus melampaui
the magic number yaitu 33, 3 persen. Dan bila mengacu pada survei terbaru LSI Denny JA Desember 2016 ini, maka baru pasangan Agus-Sylvi yang telah mencapai
the magic number tersebut karena karena saat ini dukungan Agus-Sylvi sebesar 33,6 persen.
"Inilah temuan kedua yang penting dalam survei Desember 2016. Jika pilkada hari ini, Agus-Sylvi pasangan pertama yang dipastikan lolos ke putaran kedua. Sementara pasangan Ahok dan pasangan Anies masih berebut tiket untuk putaran kedua," jelas Denny JA.
Jika pertarungan pilkada DKI saat ini adalah semi final, Denny melanjutkan, Agus sudah mendapatkan tiket masuk finalnya. Lawan tanding Agus di final menunggu pemenang Ahok versus Anies. Dukungan ketiga kandidat pun saling mengalahkan di beberapa segmen pemilih. Di segmen agama, pemilih muslim yang merupakan populasi pemilih terbesar, Agus-Sylvi memperoleh dukungan sebesar 36, 10 persen, disusul Anies-Sandi 25,2 persen, dan Ahok-Djarot sebesar 21,7 persen. Sementara 17 persen pemilih muslim yang belum menentukan pilihan.
Sementara di pemilih non-Muslim, masih lanjutnya, Ahok-Djarot unggul telak yaitu sebesar 92,9 persen. Dukungan terhadap Agus-Sylvi dan Anies-Sandi hanya masing-masing 3,6 persen.
Di segmen pendidikan, Agus-Sylvi unggul dari pasangan Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi di segmen pemilih berpendidikan menengah ke rendah (Tamat SLTA ke bawah). Sementara Ahok-Djarot unggul di segmen pemilih yang berpendidikan tinggi (pernah kuliah atau diatasnya).
Di segmen pendapatan, Agus-Sylvi unggul dari pasangan Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi di pemilih berpendapatan rendah (di bawah 3,5 Juta sebulan), sementara pasangan Ahok-Djarot unggul dari pasangan Anies-Sandi maupun Agus-Sylvi di segmen pemilih pendapatan tinggi (pendapatan 3,5 Juta ke atas/bulan).
Di segmen usia, Agus-Sylvi unggul di hampir semua segmen usia terutama di pemilih yang kategori usianya dibawah 50 tahun. Sementara pasangan Ahok-Djarot unggul di segmen usia diatas 50 tahun.
Secara teritori, Agus-Sylvi sementara ini unggul di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Pasangan Ahok-Djarot unggul tipis di Jakarta Selatan. Dan ketiga pasangan calon bersaing ketat di Jakarta Barat.
"Jika dibreakdown dukungan ketiga pasangan kandidat di berbagai segmen etnis pemilih, maka pasangan Agus-Sylvi unggul di pemilih beretnis Betawi dan Sunda. Sementara pasangan Ahok-Djarot unggul di pemilih beretnis Jawa dan etnis lainnya," demikian Denny JA.
[ysa]
BERITA TERKAIT: