Demikian disampaikan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 8/12).
"Apapun ceritanya sikap Jokowi yang membisu diatas jeritan kemanusiaan rakyat Papua telah menjauhkan orang Papua dari rasa nasionalisme dan sukses memantapkan Labilitas integrasi politik papua," kata Natalius.
"Sudah terlalu lama atau sekitar 50 tahun orang Paniai telah menderita, ditangkap, dianiaya, disiksa, dan dibunuh saban hari tanpa henti, penuh ketakutan, rintian, ratapan, tangisan, kesediaan saban hari menghiasi orang Paniai, mereka hidup ibarat daerah jajahan," sambungnya.
Menurut Natalius, jika kasus Paniai ditanya oleh siapapun, termasuk dunia Internasional, maka yang menutupi pelaku dan tidak mau buka hasil penyelidikan kasus ini adalah Menkopolhukam atau Pemerintah. Sehingga kalau ada oknum-oknum termasuk orang Komnas HAM yang memaksa agar melakukan penyelidikan, maka ia memastikan itu pekerjaan penyelidikan beraroma politik, dan bukan hak asasi manusia murni.
"Kami ini sebagai pekerja Kemanusiaan, dan bukan orang politik. Kami empati pada korban dan rakyat kecil dengan kebenaran dan keadilan bukan hanya menyenangkan rakyat tapi secara substansial pada akhirnya tidak mendapat keadilan," ungkap Natalius.
[ysa]
BERITA TERKAIT: