Tokoh Filsafat Dunia: Herakleitos

Minggu, 27 November 2016, 14:30 WIB
SALAH satu filsuf Milesian yang termasyur adalah Herakleitos. Ia berasal dari Efesus, sebuah kota di pesisir yang sama dengan Miletos, Yunani.

Masa kejayaannya pada awal abad 6 SM. Ada dua ide yang membuatnya termasyur, dan keduanya sangat berpengaruh kepada pemikiran filsuf sesudahnya dan kehidupan manusia.

Yang pertama adalah kesatuan hal-hal yang bertentangan.

Kata Herakleitos, jalan naik ke bukit dan jalan turun dari bukit bukanlah dua jalan berbeda dengan arah berbeda, melainkan merupakan jalan yang satu dan sama. Herakleitos muda dan Herakleitos tua bukanlah dua individu yang berbeda, keduanya sama-sama Herakleitos. Bila seorang teman mengatakan bahwa botol minuman Anda setengah penuh dan Anda mengatakannya setengah kosong, Anda tidak bertentangan dengan sang teman. Segala sesuatu, menurut Herakleitos, merupakan perpaduan kecenderungan-kecenderungan yang bertentangan.

Konsekuensinya, perselisihan dan kontradiksi tidak usah dihindari. Justru hal-hal itulah yang membuat dunia ini berputar. Jika kita mengingkari kontradiksi, kita mengingkari kenyataan. Namun ini juga berarti bahwa realitas pada dasarnya tidak stabil. Segalanya adalah flux, aliran, yang terjadi terus menerus sepanjang waktu. Inilah ide kedua yang menjadi merek Herakleitos: "Segalanya mengalir".

Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang terus ada seperti adanya sekarang. Segalanya terus berubah sepanjang waktu. Berbagai hal muncul dengan berbagai cara, dan tidak pernah sama dalam dua titik waktu, hingga akhirnya mereka lenyap. Kita pun seperti itu.

Segalanya dalam alam semesta, bahkan barangkali alam semestra sendiri, seperti itu. Yang kita pahami sebagai "benda-benda" sesungguhnya bukanlah objek yang stabil, melainkan berada dalam transisi terus menerus.

Herakleitos mengumpamakannya dengan nyala api. Nyala api tampak seolah-olah merupakan obyek, namun sebenarnya lebih merupakan proses, bukan obyek. Ini ide yang sangat luar biasa, namun juga sekaligus merisaukan.

Kita senantiasa berusaha mencari sesuatu yang stabil, yang dapat kita percayai, yang dapat kita andalkan, yang akan terus langgeng dan tidak akan pernah lenyap. Herakleitos memberi tahu kita bahwa yang kita cari-cari itu tidak ada. Perubahan adalah hukum kehidupan dan hukum alam semesta. Hukum itu berlaku untuk semuanya. Kita tidak pernah dapat luput darinya.[***]


Husendro

Kandidat Doktor Ilmu Hukum Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA