Aksi digelar lantaran lantaran Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri tidak ditahan dan masih bebas berkeliaran.
"GNPF-MUI memutuskan dengan aklamasi seluruh elemen akan menggelar Aksi Bela Islam III," ujar salah satu inisiator GNPF-MUI Habib Rizieq dalam konferensi pers di kantor Ar Rahman Quranic Learning (AQL) Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (18/11).
Dijabarkan Rizieq bahwa aksi kali ini bukan demonstrasi seperti jilid sebelumnya, melainkan acara Salat Jumat sepanjang Jalan Sudirman hingga Jalan Thamrin. Sementara posisi khatib Salat Jumat akan berada di Bundaran Hotel Indonesia.
"Gerakan Aksi Bela Islam III bertepatan Maulid Akbar dan Jumat Qubra. Bentuk aksinya, aksi ibadah gelar sajadah jadi aksi super damai. Jadi bagi yang mau ikut harus memiliki komitmen, satu harus damai, dua harus koridor konstitusi," sambung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI).
Dalam aksi bertajuk "Tegakkan Hukum Terhadap Penista Agama dan Pelindungnya" ini juga beragendakan istighotsah, doa untuk negeri, salawat hingga dzikir bersama. Untuk itu, Habib Rizieq mengundang segenap elemen bangsa lintas madzab, aliran, budaya, dan agama untuk bersatu padu mendukung pelaksanaan aksi ini.
"Ini aksi untuk bersatu bagi keselamatan NKRI," pungkasnya sembari mengatakan sudah ada 65 ormas yang siap turun dalam aksi ini.
[ian]