Demikian disampaikan anggota Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia dalam konferensi pers di Midtown Cafe, Tulodong Atas, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/11).
"Apalagi mayoritas masyarakat di bawah, yang di Jakarta tidak ada yang simpati sama Ahok. Di Indonesia juga tidak suka," ujarnya.
Dukungan kepada Ahok, sambung Doli, justru mengganggu calon kepala daerah (cakada) Partai Golkar yang bertarung di daerah lain. Ini lantaran cakada Golkar tercemar citranya lantaran Golkar masih mendukung Ahok yang dicitrakan publik sebagai penista agama.
"Karena sekarang partai pendukung Ahok sudah dicap sebagai partai yang membenarkan si penista agama," sambung Doli.
Atas alasan itu juga, Doli mempertanyakan sikap DPP Golkar yang masih ngotot mendukung mantan Bupati Belitung Timur itu. Partai Golkar yang dipimpin Setya Novanto bahkan disebut Doli tidak‎ memahami doktrin-doktrin di Partai Golkar.
"DPP paham nggak doktrin karya kekaryaan, doktrin pancabakti Golkar atau tagline Golkar selama 5 tahun ini soal, suara rakyat suara Golkar. Rakyat tidak suka Ahok untuk apa dipertahankan?" tanyanya.
"Dewan Pembina Golkar saja sudah resmi menyatakan untuk mengevaluasi dukungan kepada Ahok," pungkas Doli.
[zul]
BERITA TERKAIT: