Permohonan ini disampaikan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) saat diterima dan berdialog dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Rombongan IKA ITS dipimpin oleh Ketua Umum IKA ITS Dwi Sutjipto.
"Tanpa pemberian kesempatan maka keberpihakan negara dalam pengembangan maritim untuk industri dalam negeri, menjadi kurang tepat sasaran, sehingga perlu ditingkatkan," kata Ketua Dewan Pakar IKA ITS, Satya Widya Yudha, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 2/11).
Menurut Satya, Presiden Joko Widodo menyambut baik permohonan keberpihakan tersebut. Presiden lantas membandingkan PT PAL dengan sejumlah pabrik kapal sejenis di Korea Selatan, yang usianya sebenarnya hampir sama yakni dibangun pada akhir 1960an.
Namun, pabrik kapal di Korea sangat sibuk karena menerima banyak pesanan kapal, sedangkan di PT PAL tingkat kesibukannya belum tinggi.
Satya pun sempat mengungkapkan kepada Presiden Joko Widodo bahwa, di Fakultas Teknologi Kelautan ITS ada laboratorium hidrodinamika, yang dimanfaatkan bersama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Laboratorium ini adalah satu-satunya di Indonesia.
"Selain Indonesia, di Asia hanya Jepang dan India yang memiliki laboratorium sejenis," tuturnya.
Presiden Joko Widodo pun, jelas Setya, meminta para alumni ITS Surabaya mengembangkan sektor kemaritiman untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
[ysa]
BERITA TERKAIT: