"Beliau bukan hanya tokoh pejuang bagi TNI AD tetapi juga bagi Indonesia dan dikenal oleh dunia. Di usia muda AH Nasution bisa menjadi KSAD. Lalu di usia 35 tahun beliau menulis buku tentang gerilya," kata Agus dalam sambutannya.
Sambutan itu disampaikan pada acara deklarasu dukungan Komunitas Masyarakat Tapanuli Bagian Selatan Jakarta Raya (Tabagsel Jaya) kepada Agus-Sylvi di Cafe Mandailing, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin malam (17/10).
Agus menambahkan bahwa buku gerilya karya AH Nasution hingga kini masih dipakai oleh militer di seluruh dunia. Termasuk ketika masih bersekolah di Amerika Serikat, ia sempat menemukan buku AH Nasution tersebut.
"Artinya usia muda belum tentu tak bisa berbuat apa apa. Bahkan orang katakan justru energinya masih full. InsyaAllah saya bisa mengikuti jejak Jenderal Besar AH Nasution. Kebetulan namanya sama-sama AH. Satu Abdul Haris dan satu lagi Agus Harimurti," lanjutnya yang disambut tawa hadirin termasuk keluarga AH Nasution, Herianti Saharah Nasution.
Selain deklarasi dukungan, acara juga dibalut dengan silaturahmi Agus dan istri Annisa Pohan dengan keluarga besar Jenderal AH. Nasution yang diwakili anak Herianti Saharah Nasution. Dilanjutkan dengan acara upah-upah dan mangulosi Agus dan Annisa Pohan sesuai adat Tabagsel.
[rus]
BERITA TERKAIT: