Seperti yang dilakukannya baru-baru ini, Ahok menyinggung QS Al-Maidah, yang akhirnya menjadi pro-kontra panas di publik.
Menanggapi itu, Anggota Fraksi Partai Hanura DPR yang juga Tim Pemenangan Pasangan bakal cagub-cawagub Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI 2017, Miryam S. Haryani menilai jubir tidak diperlukan untuk setingkat pemerintah provinsi.
"Untuk pemerintah provinsi sendiri saya rasa nggak perlu ya, ya karena biar masyarakat juga cukup puas tentang yang dikerjakan Ahok-Djarot ini," kata Miryam ketika dihubungi, Jumat (14/10).
Miryam menjelaskan, wilayah Jakarta yang dinilai tak cukup besar ini masih mampu dijangkau oleh pasangan Ahok-Djarot untuk bekerja sendiri tanpa jubir.
"Karena Jakarta kan nggak luas-luas banget lah, bisa dijangkau. Corongnya kan di situ Ahok-Djarot. Jadi agar pemerintah provinsi lebih maksimal, ya (langsung) Ahok-Djarot aja," ujarnya.
Anggota Komisi V DPR ini juga mengkhawatirkan esensi kepuasan masyarakat terhadap Ahok akan hilang jika pembicaraannya disampaikan melalui jubir.
"Kalau nanti melalui jubir nanti kurang link ya, kecuali jubir di tim pemenangan. Nanti salah satu ciri Ahok hilang. Dan karena masyarakat kan butuh langsung ya," ucap Miryam.
Ia juga meyakinkan, kehadiran jubir tidak akan banyak membantu karena tak lama lagi akan masuk dalam masa cuti petahana jelang pilkada.
"Tapi kan nanti dia nanti mau cuti, nggak ada masalah," tukas Miryam.
[rus]
BERITA TERKAIT: