"Jangankan bicara ada manfaatnya, bahkan saat ini sangat bisa merugikan partai. Apa untungnya kita berada di depan melindungi orang yang terang-terang sudah melakukan penistaan agama dan menjadi sorotan serta amarah publik," terang dia dalam keterangan kepada redaksi, Kamis (13/10).
Dia jelaskan, sikap yang ditunjukan Ahok bertentangan dengan nilai-nilai, visi dan misi, paradigma, serta doktrin yang selama ini dikembangkan dalam tubuh parta beringin.
"Sudah saatnya lembaga atau Dewan yang ada dan dibentuk pada periode ini, seperti Dewan Pembina dan Dewan Kehormatan segera rapat, membuat sikap, dan memberikan saran serta pertimbangan kepada DPP," terangnya.
"Dewan-dewan itu kan dibentuk untuk ada tugas dan fungsinya. Di dalam AD/ART, Dewan Kehormatan tugasnya adalah memberikan pertimbangan terutama yg terkait dengan hal normatif dan etis; menjaga agar doktrin kekaryaan, paradigma baru, dan seluruh nilai kepartaian dan ke-Indonesiaan tetap tegak dan senantiasa berkembang dalam tubuh partai. Jadi ini momentum Dewan Kehormatan menunjukkan eksistensinya."
Doli menyebutkan, para Dewan yang diketuai oleh Pak BJ Habibie adalah tokoh, sesepuh partai, yang juga adalah pendiri ICMI. Ada juga di situ pak Akbar Tandjung, yang pernah menjadi Ketua Umum. Dewan Pembina juga penting memberikan pertimbangan politis makro strategis kepada DPP, terkait dampak negatif bila Golkar tetap mendukung Ahok.
[sam]
BERITA TERKAIT: