Untuk membantu menghemat para kusir delman, seorang lelaki yang usianya sudah uzur di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, memanfaatkan kesempatan ini untuk mereparasi sepatu kuda.
Ya, bagi para kusir delman di Kota Tasikmalaya, nama Abah Jamhur, tidak asing lagi. Lelaki berusia 70 tahun ini dikenal pakar sol sepatu kuda atau tapal kuda.
Kakek delapan belas orang cucu tersebut setiap hari mangkal di pertigaan Jalan Merdeka Kota Tasikmalaya. Di tempat ini, sudah puluhan tahun dia melayani para kusir delman untuk mereparasi sepatu kuda.
Keahlian Jamhur mereparasi tapal kuda berawal kala ayahnya memiliki delman. Jamhur yang saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar kerap diajak bapaknya untuk mencari penumpang.
Sepeninggal ayahnya, Jamhur meneruskan pekerjaan ayahnya tersebut. Dia menjadi kusir delman. Jamhur kecil pun dipaksa hidup dewasa karena jadi tulang punggung keluarga. Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu, demi impian yang kerap ganggu tidurnya. Jamhur bercita cita ingin membuka bengkel sepatu kuda.
Jika pulang sekolah, dia langsung membawa delman dan mencari penumpang. Jamhur hidup di dua sisi.
Setelah lulus sekolah dasar, Jamhur tidak melanjutkan ke jenjang sekolah berikutnya. Dia memilih belajar memasang dan memperbaiki sepatu kuda, kepada pada pamannnya.
Setelah dirasa menguasai ilmu yang diturunkan sang paman, Jamhur kemudian membuka lapak sendiri bengkel sepatu kuda. Jamhur hanya dibayar Rp 7 ribu setiap tapal kuda atau Rp 30 ribu untuk empat kaki kuda.
Cara kerja Jamhur dalam memasang tapal kuda yakni, sisa tapal kuda yang menempel pada kuku telapak kuda tersebut harus dicabut. Kemudian telapak kukunya dibersihkan dengan cara menyerutnya agar rata.
Lalu sepatu kuda sesuai ukuran dipasang. Setelah ukuran tapal kuda tersebut tepat pada telapak kuda, kemudian dipaku dan dipotong sisa pakunya. Terakhir dihaluskan menggunakan kikir.
Jika telapak kuku kuda tersebut sudah tua atau rapuh, terpaksa kaki kuda harus diikat menggunakan tali. Pasalnya jika tidak diikat, kuda tersebut akan berontak, Mungkin binatang gagah ini merasa kesakitan,†kata Jamhur, Kamis siang (13/10).
Para kusir delman atau andong merasa puas dengan hasil pekerjaan Jamhur, meski tapal kuda tersebut hanya mampu bertahan tiga pekan hingga satu bulan.
Semangat bekerja Jamhur dengan usianya kini, tidaklah sebanding. Tapi dia tidak punya pilihan lain untuk menafkahi keluarganya Jamhur hanya bisa berharap pemerintah tidak mengapuskan delman sebagai alat transportasi.
[zul]
BERITA TERKAIT: