Dengan kondisi ini, kata tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri, seharusnya Indonesia malu. Sebab itu artinya, perekonomian Indonsia tergantung kepada asing.
"Tergantung pada asing kok malah bangga. Jadi mana rasa nasionalisme, harga diri, martabat bangsa dan ekonomi berdikarinya Jokowi dan Megawati," kata Rachmawati dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 11/10).
Rachma pun mengingatkan semua elit bangsa untuk tak hanya mikirkan jabatan, kekuasaan dan uang. Sebab saat ini bangsa Indonesia sudah menjadi bangsa kuli, yang hidup dari ketergantungan asing.
"Stop menjual nama Soekarno demi pencitraan, kebohongan yang membawa malapetaka bagi Pancasila-UUD1945, NKRI. Republik ini sudah dijajah kembali. Proklamasi tinggal makumat tanpa arti di tangan rezim proxy Jokowi-Megawati," demikian Rachma.
[ysa]
BERITA TERKAIT: