PPP kubu Djan Farid memuÂtuskan mendukung pasangan Ahok-Djarot di Pilgub DKI tahun depan. Djan memastikan sikap DPP PPP ini akan diiÂkuti semua kadernya, termasuk Ketua Dewan Pimpinan (DPW) PPP DKI, Haji Lulung.
"Pasti, setiap keputusan DPP akan diikuti keputusan DPW," kata Djan dalam jumpa pers di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, kemarin.
Dikatakan Djan, keputusan mendukung Ahok-Djarot diÂambil berdasarkan rapat pleÂno DPP PPP pada 4 Oktober 2016. Keputusan ini juga sesuai Silaturahim Nasional PPP 6 Oktober 2016 yang dihadiri semua pengurus wilayah PPP se-Indonesia, termasuk Haji Lulung. "Kalau hadir artinya mendukung keputusan itu kan," ucap Djan.
Namun, Djan tidak mengetaÂhui kenapa Haji Lulung tidak hadir dalam jumpa pers hari ini. Djan mengatakan, PPP seÂlanjutnya akan berkomunikasi dengan Ahok-Djarot untuk bergabung jadi pendukung. Jika diizinkan, deklarasi secara resmi akan dilakukan.
"Nanti saat deklarasi, Lulung akan hadir," yakinnya.
Djan membolehkan memiÂlih gubernur non muslim. Dia mengatakan penafsiran atas kepemimpinan seseorang non muslim sudah banyak dilakukan. PPP yang dipimpinnya menyÂimpulkan gubernur bukanlah pemimpin agama. PPP pun perÂnah mencalonkan FX Rudi Di Pilkada Kota Solo 2010.
Terkait beredarnya video Ahok yang dinilai melecehkan Al Quran, Djan mengatakan, kedepannya PPP akan menjemÂbatani antara umat Islam dengan pasangan Ahok-Djarot. "Adalah langkah kontraproduktif bila umat Islam menjauhi pasangan Ahok-Djarot yang berpotensi besar memenangi Pilgub DKI 2017," tukasnya.
Bagaimana reaski Haji Lulung atas sikap PPP kubu Djan Faridz yang mendukung pasangan Ahok-Djarot? Rupanya, Haji Lulung, politisi PPP kubu Djan Faridz ini tetap konsisten dengan pendiriannya, menolak pasangan Ahok-Djarot.
Awalnya, Wakil Ketua DPRD DKI ini mengaku kesal karena disebut mendukung pasangan incumbent. Bahkan, akunya, banyak warga kecewa akibat informasi yang menyebutkan diÂrinya mendukung Ahok-Djarot. "Gara-gara itu sekarang sudah banyak orang kecewa sama saya," ujar Lulung.
Meski demikian, Lulung menÂgatakan, kabar dirinya menduÂkung Ahok-Djarot adalah tidak benar. "Itu fitnah," ujarnya.
Diketahui, PPP kubu Romahurmuziy mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhyono-Sylviana Murni. Sementara, Haji Lulung berada di PPP Djan Faridz "Saya kan di PPP Djan Farid. Kalau PPP saya dukung ke Ahok, ya saya nggak ke Ahok," ujar Lulung.
Lulung mengatakan, tetap menolak Ahok. "Seperti masyarakat umum tahu, bahwa selama ini saya menjadi lambang perlawaÂnan buat Ahok," kata Lulung.
Menurutnya, dia menghormati keputusan DPP. Tapi perlu juga dicatat, keputusan pribadinya untuk tidak mendukung Ahok pun harus dihormati.
"Masyarakat semua tahu, dia (Ahok) yang dari dulu jahat sama saya. Ingat ngggak Ahok mau mempidanakan saya di kasus Uninterruptible Power Supply (UPS). Karena memang saya dengan Ahok gak bisa nyambung. Ahok juga sudah caci maka saya," tegasnya.
Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP kubu Romahurmuziy, Arsul Sani mengatakan, alasan partainya tidak mengusung pasangan Ahok-Djarot lantaran tidak ada satupun konstituen atau segmen di dalam organisasi PPP yang mengusulÂkan untuk mendukung pasangan incumbent itu.
"Kenapa PPP tidak dukung Ahok? Tidak ada ada satu konÂstitun pun yang mengusulkan kepada DPP PPP mengusung Ahok. Tidak ada satu pun," kata Arsul Sani di Komplek, Senayan, Jakarta, kemarin.
Apabila PPP memaksakan mengusung Ahok, menurut Arsul, partainya akan kehilanÂgan kepercayaan dari konstituen. Karena selama ini Partai meruÂpakan perwakilan konstituen.
"Lalu kalau partai tidak ada yang mengusulkan kemudian DPP membuat keputusan yang sementara tidak ada satu usulan pun, Ia (partai) mewakili siapa sekarang ini," ujarnya. ***
BERITA TERKAIT: