DUGAAN PENISTAAN AGAMA

Fayakhun Golkar Pasang Badan Bela Ahok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 07 Oktober 2016, 20:36 WIB
Fayakhun Golkar Pasang Badan Bela Ahok
Ahok dan Setya Novanto/Net
rmol news logo Ketua DPD Golkar DKI Jakara, Fayakhun Andriadi menyesalkan pihak-pihak yang melakukan upaya penyesatan terhadap pernyataan Petahana, Basuki Tjahaja Purnama yang dinilai sebagai penistaan agama terkait surat Al-Maidah di depan masyarakat Pulau Seribu.

Dia tegaskan, pernyataan Ahok bukan bermaksud menistakan agama Islam. Sebab ketika itu, dia ikut dalam pertemuan dengan masyarakat di Jakarta bagian utara itu.

"Saya berada di samping Ahok pada saat itu. Masyarakat tepuk tangan, mengiyakan apa yang dikatakan Ahok," aku Fayakhun kepada wartawan di DPR, Jumat (7/10).

Dia tegas membantah bahwa Ahok menyebut umat muslim dibodohi surat Al-Maidah. Jika memang Ahok sebut begitu, Fayakhun pasti akan protes langsung ke Ahok.

"Tidak ada perkataan 'dibodohi surat Al-Maidah.' Saya ini Muslim dan sudah Haji. Kalau Ahok bilang begitu, saya pasti langsung protes," tegasnya.

"Silahkan dengarkan rekaman videonya secara teliti."

Diketahui banyak protes keras timbul atas ucapan Ahok. Dia dinilai menistakan agama Islam. Sebagian kalangan bahkan berniat mempolisikan Ahok.

Berikut ucapan Ahok yang menghebohkan itu:

"Bapak ibu ga bisa pilih saya, karena dibohongin pake surat almaidah 51 macem-macem itu. Itu hak bapak ibu ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan ga bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, gapapa. Karena ini kan hak pribadi bapak ibu. Program (budidaya ikan keramba, red) ini jalan saja. Jadi bapak ibu gak usah merasa gak enak. Dalam nuraninya ga bisa pilih Ahok," kata Ahok.

Jadi, lanjut Fayakhun, Ahok hanya mengatakan "dibohongin pakai surat al-Maidah". Bukan "dibohongi (oleh) surat Al-Maidah".

"Itu dua hal yang berbeda jauh," ketusnya.

Menurut Fayakhun, kalimat pertama bermakna, bahwa Alquran dipakai sebagai alat untuk membohongi umat. Sementara kalimat kedua bermakna bahwa Al-Quran yang berbohong.

"Jadi, Ahok menyindir kelompok tertentu yang sering menyitir Surat Al-Maidah untuk kepentingan politiknya agar umat tidak memilih Ahok," tandasnya. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA