Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Mulfahri Harahap kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (2/10).
Dia mengatakan hal itu menyikapi kekhawatiran munculnya isu SARA dan kebencian, yang akan digunakan untuk menjatuhkan pasangan calon yang bertarung. Isu ini sangat berpeluang dimainkan lewat media sosial (Medsos).
"Semua pihak hendaknya menjaga agar pelaksanaan Pilkada DKI tidak dinodai dengan menyakiti pasangan calon yang bertarung. Sukses Pilkada DKI bisa dijadikan contoh bagi daerah lain," kata Mulfahri Harahap yang juga Ketua Fraksi PAN ini.
Terkait kemungkinan munculnya kampanye hitam yang bernuansa SARA untuk menyerang pasangan calon, dia berharap hal itu tidak terjadi. Sebab siapa pun yang memanfaatkan medsos untuk hal-hal negatif seperti maka polisi akan segera memburu pelaku.
"Tentunya polisi tidak tinggal diam. Polisi memiliki teknologi dan mereka akan meningkatkan pengawasan terhadap medsos," ujar Mulfahri.
Dia meminta kepada semua pasangan calon yang bertarung juga diminta untuk mempertontonkan pelaksanaan Pilkada yang sehat.
Sebab, menurut Mulfahri, seketat apapun kompetisi pada Pilkada DKI, semua pasangan calon yang bertarung harus bertarung dengan kepala jernih.
"Pada saat kampanye mereka harus menjaga setiap perkataan dan tindakan yang tidak menyakiti satu lainnya. Dan tidak membawa isu SARA," tegasnya.
Pilkada DKI ini pun diharapkan bisa berlangsung secara jujur dan adil. Dengan demikian, Pilkada DKI tidak saja melahirkan pasangan pemenang lewat proses yang berkualitas saja tapi lebih dari itu bisa membangun kesadaran bahwa proses demokrasi merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan tanpa menimbulkan kebencian dan permusuhan satu dengan yang lainnya.
PAN salah satu dari empat partai yang bergabung dalam Koalisi Cikeas. Koalisi ini mendukung pasangan calon gubernur dam wakil gubernur yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.
Menurut Mulfahri, tiga pasangan calon yang bertarung pada Pilkada DKI 2017, gapnya tidak terlalu jauh berbeda.
"Artinya ketiga pasangan calon cukup berimbang. Ibarat tim sepakbola dunia, ketiga pasangan calon seperti tim Bayer Munchen, Real Madrid dan Barcelona. Dari sisi kualitas berimbang," kata Wakil Ketua Komisi III DPR ini yang juga gila bola ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: