RMOL. Kerja-kerja pemberantasan korupsi yang dipaparkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan G-20 adalah bentuk pengakuan Presiden Jokowi terhadap tonggak yang telah diiletakan dengan kuat oleh Presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yuhoyono (SBY).
Ketua DPP Bidang KPK Partai Demokrat‎ Jemmy Setiawan menyatakan, selama 10 tahun hukum terjaga dengan baik dan tidak tercampur intervensi dari kekuatan apapun. Konflik antar institusi pun diselesaikan dengan mulus. Yang paling kuat di ingatan kita adalah SBY mengajarkan untuk tidak mengunakan tangan kekuasaan untuk mencoreng wajah hukum.
"Dalam hal ini beberapa kasus korupsi tersebut yang sempat menyeret orang dekat SBY. Padahal saat itu SBY pemegang tongkat kekuasaan negara dan pemerintahan," ungkap Jemmy lewat siaran persnya.
Diterangkannya, ‎dalam pertemuan G-20, Kokowi mengajak anggota G-20 untuk meniru Indonesia dalam pemberantasan korupsi. Dia berharap ucapan yang akan disertai tindakan oleh Presiden Jokowi akan dijalankan dg konsisten. Yakni dengan ‎menjaga marwah lembaga penegak hukum, menjaga harmonisasi lembaga penegak hukum dan menjaga konsistensi penegakan hukum seperti yang pernah di jalankan oleh Presiden ke 6 SBY.
Meskipun dia menilai, beberapa analisa dari pengamat dan lembaga survey mengatakan bahwa penegakan hukum di era Jokowi masih ada sentimen negatif.
"Kita tetap berbaik sangka di awal kerja 2,5 tahun terakhir ini Jokowi sedang memanaskan mesin pemerintahanya nanti pasti Jokowi bisa melanjutkan apa yang baik dari pemerintahan sebelumnya atau bahkan lebih baik," harapnya.
Karenanya, fungsi partai penyeimbang seperti Partai Demokrat adalah mendukung yang benar dan mengingatkan yang salah. Tradisi anti kritik harus dibunuh embrionya sejak dini. Jika tidak maka akan membuka peluang pemerintah menjadi tanpa kontrol.
[dem]
BERITA TERKAIT: