"Masalah ini adalah masalah besar karena menyangkut nasib, kenyamanan dan keselamatan jiwa," tegas Ferry Juliantono kepada redaksi, Jumat (15/7).
Ferry juga meminta peristiwa tewasnya dan musibah kecelakaan saat mudik diusut tuntas. Sehingga, peristiwa tersebut menjadi evaluasi pemerintahan Jokowi-JK. "Peristiwa kemarin adalah kelalaian yang menyebabkan rakyat menderita," ujar Ferry.
"Jangan karena lebaran sudah lewat terus masalah ini dianggap selesai. Saya menyesali sikap anti rakyat dan kesombongan dari menteri perhubungan."
Menurut Ferry, Jonan seharusnya mengetahui bahwa berdasarkan Inpres 3 tahun 2004 Tentang Koordinasi penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu tugas Menteri Perhubungan sebagai koordinator yang tugasnya membentuk tim koordinasi penyelenggaraan angkutan, menyusun rencana operasi angkutan dan membuat kebijakan khusus utk kelancaran semuanya.
"Jadi pusat kesalahan (tragedi Brexit) adalah Menhub (Ignasius Jonan). Ini kegagalan pemerintah, tentunya masyarakat harus kritis supaya pejabat tahu diri dan sopan terhadap drakyat. Jadi kita harapkan Komisi V DPR RI selaku mitra kerja Menteri Perhubungan untuk memanggil Jonan dan harus dibentuk Panja," paparnya.
Terkait pergantian menteri jilid II yang saat ini tengah ramai dibicarkan, Ferry kembali menegaskan. Salah satu menteri yang ramai untuk digantikan adalah Menteri Perhubungan Iqnatius Jonan. "Saya setuju bilamana Presiden Jokowi mengevaluasi Menteri Jonan. Atau digantikan dengan orang yang lebih baik dari Jonan," demikian Ferry.
[sam]
BERITA TERKAIT: