Amin menurutnya, telah memberikan masukan yang menganggu Presiden Jokowi yang cenderung menginginkan pengelolaan Blok Masela dilakukan di darat (onshore).
"Saya menangkap sinyal, Presiden Jokowi cenderung membangun (Blok Masela) di darat karena memihak kepada rakyat Maluku. Tapi beliau terganggu dengan usulan dari SKK Migas. Dipecat saja itu Kepala SKK Migas karena mengganggu keputusan ekonomi politik presiden," kata Dradjad dalam diskusi bertema "Blok Masela Sesuai Konstitusi" di Jakarta, Sabtu (5/2).
Dradjad juga mengkritik Gubernur Maluku Said Assagaff yang bersikap abu-abu dalam pembangunan kilang gas abadi Blok Masela.
"Saya blak-blakan saja, itu gubernurnya (Said Assagaff) tidak memihak kepada kepentingan masyarakat Maluku. Jadi gubernur Anda tidak memihak Anda, jadi jangan pilih dia lagi," tegasnya.
Dradjad berpandangan blok Masela lebih menguntungkan dibangun di darat. Akan ada efek multiplier yang menguntungkan masyarakat Maluku, seiring terjadinya hilirisasi industri karena selain gas alam, di Blok Masela yang terletak di Laut Arafuru juga terkandung kondensat.
[dem]
BERITA TERKAIT: