"Informasi dari dalam (rumah duka) kemungkinan hari Kamis baru tiba di tanah air. Amerika dan Indonesia kan jauh, apalagi pengurusannya harus melewati banyak prosedur," kata Ketua Majelis Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin saat datang melayat di rumah duka di Widya Chandra V nomor 26, Jakarta, Senin (18/1).
Panji meninggal ketika sedang tidur di kamarnya. Diduga akibat penyakit asma. Kabar meninggal putra sulungnya itu membuat syok Menteri Susi. Padahal baru beberapa hari yang lalu, Susi mengunjungi anaknya itu di Amerika.
"Ibu Susi sangat syok, punya anak usia 30 tahun, tidak sedang sakit, tiba-tiba mendadak seperti ini. Saya yakinkan ini takdir Allah, saya ajak berdoa, Ibu Susi Insya Allah tegar," kata Din.
Wartawan yang sejak pagi hari berkumpul di depan rumah Susi dipersilakan oleh protokol kementerian untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada Menteri Susi. Pemilik Maskapai Susi Air ini terlihat sangat terpukul dan terus menerus menangis ketika diberi ucapan belasungkawa.
"Makasih yah, maaf saya sering ngomel-ngomel," ujar Susi kepada wartawan.
Susi yang mengenakan pakaian hitam-hitam kerudung hitam menerima pelayat di ruang keluarga dan selalu didampingi oleh kerabat terdekatnya.
Jenazah Panji ditemukan wafat setelah dua hari berada di dalam kamar. Saat itu pihak keluarga mencari keberadaan Panji karena tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepada Susi pada tanggal 15 Januari 2016.
[wid]
BERITA TERKAIT: